PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH

Setiap makhluk tumbuh menuju kedewasaan sejak lahir sampai mati. Selama mengalami tumbuh kembang dari anak-anak menuju remaja akan mengalami perubahan penting baik perubahan bentuk, perubahan fisik dan perubahan kejiwaan. Sehingga membawa remaja baik putra maupun putri akan tampak jelas dari perubahan fisiknya yang semakin membentuk, bertambah tinggi, berisi, kuat dan kekar. Demikian pula perubahan psikisnya atau kejiwaannya mengalami perkembangan cukup pesat, yang tampak jelas dari perubahan emosinya, sikap kritisnya, sikap memberontak, rasa ingin tahu yang kuat, perasaan ingin bebas dan tidak mau terkekang dan sebagainya. Masa perkembangan tersebut biasanya terjadinya pada masa remaja berusia antara SMP kelas VIII sampai dengan SMA kelas XI perubahan dan perkembangan sangat cepat. Pada siswa SMP perubahan yang paling cepat menonjol terutama terjadi secara fisik atau jasmani tetapi di SMA perkembangan kejiwaan / psikisnya tampak lebih cepat.

Dengan perkembangan tersebut mendorong individu mulai membentuk hubungan baru dan yang lebih matang dengan lawan jenis, sehingga dapat memainkan peran yang tepat dengan seks. Meningkatnya minat pada seks, membuat remaja selalu berusaha mencari lebih banyak informasi mengenai seks. Melalui berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh misalnya pendidikan seks di sekolah, membahasa dengan teman-teman, buku- buku tentang seks, atau mengadakan percobaan dengan jalan masturbasi, bercumbu atau bersenggama.
Bertambahnya usia, pengetahuan dan pengalaman maka semakin matang pada perkembangan psikoseksualnya, yang ditandai dengan semakin dewasanya dalam penyaluran libido seperti sudah tidak malu-malu untuk berpacaran (menjalin cinta kasih), tidak malu lagi dalam membicarakan yang berhubungan dengan seksualitasnya, semakin berani menonton film dan membaca novel yang mengisahkan petualangan cinta remaja bahkan mendekati atau nyerempet ke arah ingin tahu dan ingin merasakan arti seks itu. Pada masa inilah masa- masa yang berbahaya, karena rasa ingin tahu dan merasakan itu akan mengarahkan ke hal-hal yang negative seperti penyimpangan seks di luar nikah, berani melakukan seks sebelum nikah, berani melakukan onani dan masturbasi yang benar- benar bertentangan dengan nilai- nilai agama dan norma- norma kehidupan yang berlaku di masyarakat. “Ranjau” yang sangat berbahaya dan dapat menjebak remaja di dalam perilaku seksual pra nikah, yaitu:
1. Seks sebagai bukti cinta, saying atau setia
2. Kurang pengarahan dari orang tua
3. Buta soal seks itu sendiri
4. Kepribadian goyah ( gampang terbujuk rayuan / bujukan “angin surga” )
5. Takut ditinggal pacar ( mayoritas terjadi pada perempuan )
6. Nafsu / libido yang tinggi dan ingin memusatkan dorongan seksual
7. Merasa diri sudah dewasa
8. Seks sebagai pelarian ketika dilanda masalah
“Ranjau” ini sangat berbahaya dan harus dihindari agar tidak terjebak seperti kasus di bawah ini :

Dini (buka nama sebenarnya) seorang siswi SMP kelas 8. Dini baru berpacaran dengan Doni (bukan nama sebenarnya) selama enam bulan. Pulang sekolah mereka seringkali tidak langsung pulang ke rumah tetapi bermain dahulu. Terkadang Dini tidak pulang ke rumah sampai beberapa hari. Suatu hari Dini merasa tubuhnya lemas dan mengantuk terus, penampilan juga mulai kusut dan enggan untuk beraktivitas.
Satu minggu Dini mengalami perasaan tidak nyaman tetapi dia tidak tahu apa yang terjadi. Dini mengungkapakn kegelisahannya itu kepada Doni. Doni menenangkan Dini dengan mengatakan “Jangan khawatir kalaupun hamil aku akan bertanggung jawab”. Dini merasa agak tenang tetapi dia kembali mengkhawatirkan sekolahnya. Apabila dirinya hamil apakah masih diperbolehkan sekolah. Semakin bulan kehamilan Dini semakin besar. Ayah Dini marah dengan apa yang dilakukan Dini. Mereka bertemu dengan Dono dan orangtuanya untuk membiacarakn hal tersebut.
Dini akhirnya pindah sekolah dan tidak tahu kabar selanjutnya. Sedangkan Doni juga pindah sekolah dan mengulang sekolah di SMP lain.

Dari kasus tadi, remaja putrilah yang mengalami akibatnya yang paling berat. Dan juga yang memotivasi kejadian tersebut adalah:
1. Rasa ingin tahu dan mencoba
2. Agama yang kurang
3. Terinspiasi dari film dan media massa
4. Dibujuk oleh pacar atau teman
5. Kurangnya perhatian dari orang tua
Untuk itu agar tidak terjadi hal tersebut seperti di atas, dapat dilakukan berbagai macam cara:
1. Hati – hati terhadap janji- jani gombal dari laki –laki atau pacar
2. Jangan mudah menerima ajakan untuk berhubungan seksual sebelum menikah
3. Mempelajari persoalan-persolan di seputar hubungan seksual yang aman dan benar
4. Keyakinan agama yang kuat
5. Mematuhi larangan dari orang tua
6. Tidak membuat kesempatan yang dapat menimbulkan hubungan intim
7. Berusaha untuk disiplin, tertib dan memenuhi norma – norma kehidupan yang berlaku di dalam masyarakat.
8. Melakukan olahraga secara rutin, teratur dan berkesinambungan
9. Menyalurkan kegemaran membaca buku – buku iptek dan buku agama
10. Menghindari kegiatan – kegiatan yang dapat menimbulkan perilaku menyimpang seperti tidak pergi ke tempat – tempat hiburan, tidak menonton film biru dan tidak membaca novel porno.

Tentang 4stoety

Guru Bimbingan Konseling di SMP Negeri 5 Kota Magelang
Pos ini dipublikasikan di Bimbingan, Psikologi Sosial, Remaja, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s