MOTIVASI BERPRESTASI

Berprestasi adalah idaman setiap individu, baik itu prestasi dalam bidang pekerjaan, pendidikan, sosial, seni, politik, budaya dan lain-lain. Dengan adanya prestasi yang pernah diraih oleh seseorang akan menumbuhkan suatu semangat baru untuk menjalani aktifitas.

  1. Pengertian Motivasi

Motivasi adalah daya penggerak di dalam diri seseorang untuk berbuat sendiri. Motivasi merupakan kondisi internal individu yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Peran motivasi adalah sebagai pemasok daya (energizer) untuk tingkah laku secara terarah (Gleitman 1986, Reber 1988 dalam Muhibinsyah, 2000).

Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Bimbingan Klasikal | 1 Komentar

Bimbingan dan Konseling Komprehensif

Bimbingan dan konseling komprehensif atau disebut juga bimbingan dan konselin perkembangan (karena menggarap semua aspek kehidupan peserta didik) merupakan orientasi baru dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang didasari fungsi pengembangan dengan prinsip antara lain: (1) dibutuhkan oleh semua peserta didik ; (2) fokus pada kegiatan belajar peserta didik;  (3) konselor dan guru merupakan fungsionaris yang bekerjasama;  (4) berorientasi tim dan pelayanan konselor profesional;  (5) memiliki dasar dalam psikologi anak, perkembangan anak dengan tujuan (1) mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkembangannya, (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya, (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut, (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat, (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya; dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatannya yang dimilikinya secara tepat dan teratur secara optima

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bimbingan | 4 Komentar

IDENTIFIKASI SIFAT BAIK DAN BURUK

Sebetulnya penting nggak sih disukai banyak orang itu? Jawabannya bisa penting dan bisa tidak. Ini tergantung keadaan, alasan, dan konteks. Tetapi, secara umum, naluri dasariyah manusia itu punya kecenderungan untuk ingin disenangi. Buktinya, orang akan merasa bahagia jika dirinya disenangi banyak orang. Sebaliknya, orang akan merasa gelisah atau (minimalnya) kurang bahagia ketika dibenci atau kurang disenangi.

Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana supaya kita termasuk orang yang disengani orang lain? Perilaku atau sifat yang berpotensi mengundang ketidaksenangan itu antara lain:

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bimbingan Klasikal | 2 Komentar

Implikasi Pendidikan dalam Pembentukan Konsep Diri

APA yang Anda pikirkan tentang diri Anda? Apakah Anda orang yang selalu optimistis dalam menghadapi berbagai persoalan hidup? Apakah Anda siap menghadapi risiko atas setiap keputusan yang Anda lakukan? Apakah Anda merasa orang-orang yang ada di sekeliling Anda adalah orang-orang yang menyenangkan sehingga Anda merasa nyaman berhubungan dengan mereka? Atau Anda merasakan bahwa setiap orang memusuhi Anda, dan Anda selalu merasa bodoh atas segala tindakan dan keputusan yang Anda ambil, serta Anda merasa bahwa hidup ini begitu tidak menyenangkan karena banyak sekali persoalan yang sulit Anda hadapi? Ataukah Anda selalu berimajinasi bahwa hal-hal buruk akan menimpa Anda sautu saat nanti?

Jika Anda memikirkan apa “yang Anda suka”, hidup Anda akan dipenuhi hal itu. Sebaliknya, jika Anda selalu memikirkan hal-hal “yang tidak Anda suka” maka yang terjadi dalam hidup Anda pun akan mencerminkan itu. Demikian satu pernyataan dari buku Quantum Ikhlas yang mungkin bisa menggugah kesadaran kita untuk mengolah konten pikiran Anda. Artinya betapa dahsyatnya pengaruh pikiran kita dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh pikiran tersebut juga dapat mencerminkan konsep diri seseorang.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bimbingan Klasikal | Meninggalkan komentar

PERSAHABATAN

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah “persahabatan” menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuanpenghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme.selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bimbingan, Remaja | Meninggalkan komentar

Hubungan Antara SQ, EQ dan IQ

Menurut Stephen R. Covey, IQ adalah kecerdasan manusia yang berhubungan dengan mentalitas, yaitu kecerdasan untuk menganalisis, berfikir, menentukan kausalitas, berfikir abstak, bahasa, visualisasi, dan memahami sesuatu. IQ adalah alat kita untuk melakukan sesuatu letaklnya di otak bagian korteks manusia. Kemampuan ini pada awalnya dipandang sebagai penentu keberhasilan sesorang. Namun pada perkembangan terakhir IQ tidak lagi digunakan sebagai acuan paling mendasar dalam menentukan keberhasilan manusia. Karena membuat sempit paradigma tentang keberhasilan, dan juga pemusatan pada konsep ini sebagai satu satunya penentu keberhasilan individu dirasa kurang memuaskan karena banyak kegagalan yang dialami oleh individu yang ber IQ tinggi (dalam Sukidi).

Ketidak puasan terhadap konsepsi IQ sebagai konsep pusat dari kecerdasan seseorang telah melahirkan konsepsi yang memerlukan riset yang panjang serta mendalam. Daniel Golman mengeluarkan konsepsi EQ sebagai jawaban atas ketidak puasan manusia jika dirinya hanya dipandang dalam struktur mentalitas saja. Konsep EQ memberikan ruang terhadap dimensi lain dalam diri manusia yang unik yaitu emosional. Disamping itu Golman mempopulerkan pendapat para pakar teori kecerdasan bahwa ada aspek lain dalam diri manusia yang berinteraksi secara aktif dengan aspek kecerdasan IQ dalam menentukan efektivitas penggunaan kecerdasan yang konvensional tersebut (dalam Danah Zohar dan Ian Marshal)

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Psikologi Sosial | Meninggalkan komentar

Teknik Konseling Realitas

A. Konsep Dasar

Terapi Realitas merupakan suatu bentuk hubungan pertolongan yang praktis, relatif sederhana dan bentuk bantuan langsung kepada konseli, yang dapat dilakukan oleh guru atau konselor di sekolah daam rangka mengembangkan dan membina kepribadian/kesehatan mental konseli secara sukses, dengan cara memberi tanggung jawab kepada konseli yang bersangkutan.

Terapi Realitas berprinsip seseorang dapat dengan penuh optimis menerima bantuan dari terapist untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya dan mampu menghadapi kenyataan tanpa merugikan siapapun.

Terapi Realitas lebih menekankan masa kini, maka dalam memberikan bantuan tidak perlu melacak sejauh mungkin pada masa lalunya, sehingga yang paling dipentingkan adalah bagaimana konseli dapat memperoleh kesuksesan pada masa yang akan datang.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Konseling | 1 Komentar